Kelahiran Cucu Pertama
Di Tengah malam hari itu, Andreas Ernesto menelepon kami mengabarkan bahwa istrinya sudah merasakan tanda-tanda kelahiran buah hatinya. Maka dengan perasaan yang mendadak dag dig dug, kami segera meluncur ke kediaman Andreas yang jaraknya cukup jauh dari rumah kami. Dalam perjalanan ke rumah Andreas, ia menelepon lagi bahwa ia akan segera membawa Lafrida ke rumah sakit terdekat karena kontraksi yang dirasakan semakin muat. Di ruang bersalin yang dipenuhi aroma lembut cairan antiseptik dan bisikan doa, keluarga kecil itu menahan napas. Andreas Ernesto menggenggam tangan Lafrida dengan erat, seakan ingin meminjamkan seluruh kekuatan yang ia punya. Di wajah Lafrida, meski lelah, tampak ketenangan yang sulit digambarkan, ketenangan seorang ibu yang siap menyambut kehidupan baru. Dan tak lama kemudian, tangis itu pecah. Nyaring, murni, sekaligus memecah segala kecemasan yang sejak pagi menghantui mereka. Andreas menunduk, matanya langsung basah, sementara Lafrida tersenyum dengan ...