Postingan

BENCANA

ANAK KRAKATAU Sebagai gunung api dengan status anak , gunung Anak  Krakatau memang menunjukkan perilaku mirip anak-anak, suka rewel, teriak-teriak dan suka merajuk. Gunung Anak Krakatau baru saja berteriak-teriak, meruntuhkan sebagian dinding yang melongsorkan material gunung ke dasar laut. Akibatnya sungguh luar biasa dan tidak disangka-sangka. Tsunami besar melanda pesisir di sekitarnya. Ke selatan Tsunami menabrak pantai Anyer dan Pesisir Pandeglang. Ke utara melabrak daerah nelayan di pantai Lampung. Akibatnya sungguh menjadi derita kemanusiaan: korban jiwa dan korban harta benda. BENCANA! Adakah yang salah dengan peristiwa itu? Tsunaminya bukanlah kesalahan karena merupakan peristiwa alam akibat dari geliat gunung api muda, yang alam sejarahnya berkali-kali mengalami erupsi besar. Tercatat dalam ingatan sejarah di tahun 450 an, 1883 meletus dahsyat mengguncang dunia. Lalu mengapa bencana itu terasa tiba-tiba? Barangkali alat deteksi dini bencana tidak lagi berfungsi?...

KABUR

KABUR Ada seorang tua yang matanya mula kurang bisa melihat dengan cermat. Ya, orang tua itu matanya mulai kabur, dapat melihat namun sering tidak jelas apa yang dilihatnya. Maka sering si orang tua itu salah menilai apa yang dilihat. Benda besar dikiranya cuma kecil, barang bagus dikiranya barang afkiran. Pokoknya serba salah, serba terbalik dari kenyataan. Pada suatu hari, si orang tua bermata kabur itu dilapori tetangganya karena tetangganya mukanya babak belur, lebam-lebam entah apa sebabnya. Dari laporan tetangganya, orang tua bermata kabur itu mencoba melihat bagaimana kondisi muka tetangganya. Ia pun meradang sekena-kenanya. " Kurang ajar, siapa berani memukulimu?". Tetangga muka lebam itu terpana, sebab kasus mukanya bukan karena dipukuli orang, melainkan karena luka tergores batu saat jatuh dari sepeda bututnya. Tetapi karena orang tua bermata kabur itu terlihat begitu marah, si tetangga muka lebam hanya bisa terdiam. Terlihat si orang tua mata kabur semakin g...

YANG BOHONG SETAN

BISIKAN SETAN Baru-baru ini ada kejadian yang menggelikan gara-gara ada setan yang membisikkan kalimat,"kamu bohong saja. Toh mereka percaya!". Maka jadilah sebuah kebohongan publik yang menggetarkan seantero Nusantara, menggelikan dunia. Gara-gara merasa tidak cantik lagi, mungkin juga tidak mau tua, semangatlah ia menuju rumah reparasi wajah yang sudah terbiasa mengubah muka. Harapannya, tentu saja bahagia. Tapi apa daya, lepuh lebam melanda. Rasanya kiamat! Orang-orang dekatnya bertanya, "Haiii...wajahmu kenapa?" Dengan spontan ia menjawab,"Waduh mukaku dipukuli orang gila" Kapan? ia jawab, "waduh, waktu itu terjadi dengan cepat sekali. Orang-orang gila itu lari entah kemana?". Esoknya, sebuah peristiwa kembali terjadi. Sang teman menyiarkan peristiwa langka adanya korban penganiayaan yang sudah tua. Si teman berseru sangat geram,"Usut tuntas! Ini sudah diluar kepatutan!". Maka para pihak berwajib bekerja keras. Selidik s...

TANDA ALAM

TANDA ALAM Bumi ini terus mengalami perubahan. Kulit bumi terus bergerak dan saling tabrak. Dampak darinya adalah sebuah bencana alam. Permukaan bumi bergetar, bangunan retak dan runtuh, tanah runtuh ,dan pepohonan tumbang. Alam sedang mencari keseimbagannya sendiri. Tinggal manusia yang menjerit ngeri. Bumi terus bekerja mencari keseimbangan semesta. Barangkali karena manusia lalai menjaganya. Lalai bahwa bumi dan seisinya adalah warisan tak ternilai bagi generasi masa depan. Manusia sering hanya berpikir bahwa yang ada adalah dia yang punya! Asap Sinabung terus membubung Tanah Lombok terguncang Air laut teluk Donggala bertiwikrama Alam sedang berbicara memberi tanda, bahwa manusia perlu merenung merenung apa yang sudah dilakukannya terhadap alam dan sesama Tanda-tanda alam sudah ada tanda-tanda yang berbicara agar waspada dan bijaksana

BENTROK

AWAS JANGAN BENTROK Layaknya kompetisi olah raga multi-event semisal Asian Games atau Olimpiade yang semakin seru menjelang pertandingan atau perlombaan final, situasi politik di tahun politik hampir mencapai finish dengan semakin dekatnya waktu perhelatan pemilu untuk memilih anggota dewan terhormat dan presiden-wakil presiden. Situasi semakin seru dan menegangkan tidak saja para pelaku politik melainkan juga para pendukungnya masing-masing. Ibarat partai final, dua finalis calon presiden-wakil presiden untuk tahun 2019-2024 sudah diperoleh. Jokowi-Amin Ma'ruf berhadapan dengan rival terberatnya Prabowo-Sandiaga. Siapa yang akan menang? Tentunya, seperti pertandingan bulu tangkis ganda putra, kedua pasangan calon presiden-wakil presiden memiliki optimisme yang tinggi untuk mengalahkan lawannya stright set. Kalau perlu dengan skor telak. Jikalau toh tidak bisa langsung menang dua set langsung dengan telak, cukuplah dengan skor ketat ataupun harus dengan rubber set angka ketat! ...

COME PREEET

KAMPRET Bayangkan 41 dari 45 jadi tersangka korupsi. 41 dari 45 lima adalah sebuah angka yang jadi bencana yang membuat setiap penduduk akan bernasib malang! Jumlah fantasti yang  dahsyatnya mengalahkan gelegar bom hirosima dan nagasaki! Gocangannya tak terperi! 41 dari 45 pelaku disangka korupsi? Jika benar pelaku korupsi, itu sikap yang sungguh biadap Jika mereka benar-benar krousi uang rakyat,barang kali isi otaknya menyerupai gerombolan kampret, bahkan lebih rendah dari sekedar kampret! Koruptor adalah manusia kampret! Laku dosa korupsi dianggap saja sebagai kartu bebas ke sorga?

KECEBONG DAN KAMPRET

ADU BENAR KECEBONG DAN KAMPRET Gelaran Asian Games 2018 di negara tercinta sudah kelas. Dengan hasil yang sungguh luar biasa, opening megah, clossing mengesankan, medali Indonesia menjadi yang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaannya event olah raga terbesar di Asia. Selain kekaguman dunia akan suksesnya penyelenggaraan Asian Games itu, di dalam negeri terjadi sikap kontroversi, teurutama sikap yang ditunjukkan oleh dua kubu yang saling berlawanan : kubu kecebong versus kubu kampret. Kontroversi pertama adalah perihal bagaimana menuntaskan masalah hitam dan bau busuknya kali sentiong alias kali item. Kali itu memang kondisinya tak baik, dan dikhawatirkan akan merusak suasana Asian Games dan merusak citra wajah tuan rumah, khususnya Jakarta. Melihat kemungkinan itu, dibuatlah kebijakan untuk mengalihkan perhatian atlet manca negara terhadap wajah dan bau kali item. Maka, kali itu sebagaimana adanya ditutup dengan waring item. Tindakan itu diklaim menjadikan kali item berseri ba...