Postingan

PUISI-16 HENDAKLAH

HENDAKLAH Hendaklah meluangkan waktu karena waktu terus berpacu setiap hal ada waktunya maka janganlah lupa bekerja dan berkarya seturut agenda Hendaklah meluangkan waktu karena waktu terus maju jauh meninggalkan segala sesuatu takkan pernah bisa terkejar lagi Hendaklah tidak berhenti hanya karena lelah atau juga karena hasrat menyerah sebab waktu untuk karya tetap menanti dan apresiasi pasti terjadi jika karya itu telah terbukti Teruslah maju teruslah menyerbu senjata iman dan harapan jangan lupa bersama Allah pasti kuat dan perkasa menjadi yang pertama. (vic) DENGARLAH SUMPAHKU Dengarlah sumpahku aku telah bersumpah di depan altar suci aku akan mencintaimu sepanjang hidup ini dalam suka dalam duka dalam sehat dalam sakit dalam senang dalam susah Dengarlah sumpahku aku telah bersumpah di hadapan saksi aku akan tetap mencintaimu aku akan menjadi ayah yang terbaik aku akan menjadi ayah yang bertanggungjawab atas keluarga dan anak-anak Denga...

PUISI 15 GURU

GURU  Sejatinya guru itu besar maknanya guru, laku digugu dan ditiru Sejatinya guru itu adalah bintang kejora terang bersinar menyejukkan hati setiap makhluk Sejatinya guru itu bijaksana yang berlaku welas dan asih Sejatinya guru bukanlah tidak boleh memarahi jika memang dirasa perlu namun, sejatinya kemarahan guru untuk membangun negeri bukan karena merasa sebagai harga diri Sejatinya guru mesti menjadi inspirasi tidak elok jika guru justru melukai Sejatinya guru memang hanyalah manusia namun diberkati untuk menarik anak panah, anak-anak negeri agar menjadi petualang di masanya sendiri Sejatinya guru haruslah memiliki kaki kokoh agar tidak tumbang oleh warisan emosi dan memandang kebenaran dari sudut diri sendiri Guru adalah penjaga istana sanubari. (vic) THANK YOU.... Kamu memang tahu diriku kamu memang sungguh tahu kemauanku kamu memerimaku apa adanya kamu menerimaku dengan kekuranganku aku hanya ucapkan thank you Kamu telah menjadi hidupku...

PUISI 14 Hujan

HUJAN  Langitku tampak kelabu Matahari sudah pasti malu rintik hujan jatuh di atas atap-atap rumah ciptakan aluran musik alam berdenting merdu Hujan rintik sedari tadi memaksaku menunggu waktu sambil berlayar ke ujung dunia lewat pesan-pesan maya Hujan rintik terus bergemericik dipadu hembusan angin dingin dan sepi Hujan tak pandang hari hujan tak lagi peduli musim tanpa peduli tanpa tanda jatuh semena-mena karena manusia tak lagi merasa gerus bumi tanpa henti gerus hutan tanpa pesan Hujan tak lagi musiman kapan datang sesuka-suka banjir luapan tunggu giliran MENUNGGU Kulihat langit tak biru kulihat langit sedang hitam kelabu titik hujan mulai satu-satu menyapu kabut debu Kulihat langit semakin hitam angin deras manyapu wajah hatiku semakin ragu masih berhenti atau maju Aku ragu kapan langit akan biru sebab titik air semakin ribut berseru lalu menyapu kabut jalanan silang siur kendaraan berjalan zig-zag berpacu dengan waktu Kute...

PUISI 13 Manusia Belajar

MANUSIA BELAJAR Manusia hidup tidak hanya dari roti saja tetapi dari setiap karya yang dibuatnya untuk berkarya tidak hanya sekedar bicara tetapi dari setiap langkah dalam karya Jika merasa diri belum bisa berkarya karena merasa diri tidak mampu bukan hanya berkata tidak mampu saja tetapi terus berbuat dan berupaya untuk belajar belajar agar tidak sekedar menolak atau sekedar mengatakan tidak setuju tetapi diperlukan aksi nyata untuk semakin bisa Melalui proses belajar melalui proses menjadi bisa akan lahir karya bahkan dapat mengubah dunia. (vic) HARI INI Hari ini sungguhlah indah Allah yang memiliki hidup itu masih memberikan kesempatan bagi semua makhluk untuk memilih jalannya untuk menentukan nasibnya Allah memberi pilihan jalan lurus ataukah jalan terjal Hari ni mestinya diisi dengan kesungguhan sungguh-sungguh menanam pohn talenta di tempat yang subur untuk berbuah banyak buah yang bernas Hari ini sebaiiknya diisi dengan ketulusan tulus bagaik...

PUISI 12 Tak Berubah

Tak Berubah        Memang terasa enak tak bergerak terasa empuk di tempat duduk bak tidur   di kasur empuk memadang hidup seringan kerupuk anggap semua sudah nyaman dan bertanya deras, buat apa harus berubah? yang dulu dirasa sudah paling baku yang dulu tak perlu tenaga baru yang dulu sudah cukup lalu bertanya keras, buat apa yang baru? Namun jaman terus bergerak maju persoalan hidup terus menderu tak mau berubah akan tergerus arus perubahan tak mau berupah pasti kalah tak mau berubah tentu payah tak mau berubah saatnya jadi pecundang tak mau berubah ibarat kanker ganas yang siap menghapus diri dari peredaran jaman Tetapi untuk berubah memang diperlukan niat kuat dan tenaga yang dahsyat! (vic) Semangat Pagi                                Malam sudah...

PUISI 11 Lorong Waktu

LORONG WAKTU Tak terasa sudah waktu berlalu Sejak dulu kita mulai bersatu Membawa harapan akan hidup baru Dan sejak kita menetapkan status yang baku Tak terasa canda tawa Tak terasa suka dan duka Semua berlalu dengan harapan terus maju Kini lorong yang kita lalu hampir separuh waktu Apapun kita bangga dengan yang dipunya Tiga pilar telah kita bawa Tiga pilar yang akan menyangga dunia Dan menopang berputarnya sang waktu itu Marilah kita tetap bersatu padu Menghitung jarak harapan Meninggalkan jejak kaki di jalan telah lalu Sambal memandang cakrawala yang indah merona Dengan harapan tiga pilar itu tetap tegar. (vic)   BERUBAH Berubah adalah niscaya Kupu-kupu yang indah itu karena ulat berubah menjadi kepompong Dan kepompong terus juga mau berubah Berubah itu menyakitkan Ulat itu harus mau menghentikan nikmatnya makan Kepompong itu harus mau menanggung resiko bahaya mengancam, karena ia hanya bisa diam Berubah it...